Banyak orang beranggapan bahwa Public Relations merupakan bidang yang baru muncul sejak berakhirnya Perang Dunia II atau baru muncul sejak awal abad 20. Masalahnya Public Relations sudah ada sebelum Negara Amerika ada. Gagasan Public Relations sendiri bisa dikatakan sama tuanya dengan peradaban manusia.
Public Relations bukanlah usaha menciptakan suatu citra baru atau iklim pendapat umum yang menyenangkan atau mencoba memoles citra yang sudah ada. Definisi ini muncul ketika mencampuradukkan antara PR dengan pemasaran dan periklanan atau propaganda. PR merupakan pendekatan yang sangat strategis dengan menggunakan konsep-konsep komunikasi (Kasali, 2005:1).
Dalam prakteknya memang sering dijumpai salah pengertian tentang PR. Terkadang banyak orang sulit membedakan antara Public Relations dengan periklanan, pemasaran, promosi penjualan, propaganda dan publisitas. Secara umum, PR merupakan hal ihwal yang jauh lebih luas dari semua itu (periklanan, pemasaran, promosi penjualan, propaganda dan publisitas).
Sebagai ilmu pengetahuan, PR masih relatif baru bagi masyarakat bangsa kita. PR sendiri merupakan gabungan berbagai imu dan termasuk dalam jajaran ilmu-ilmu sosial seperti halnya ilmu politik, ekonomi, sejarah, psikologi, sosiologi, komunikasi dan lain-lain.
Dalam kurun waktu 100 tahun terakhir ini PR mengalami perkembangan yang sangat cepat. Namun perkembangan PR dalam setiap negara itu tak sama baik bentuk maupun kualitasnya. Proses perkembangan PR lebih banyak ditentukan oleh situasi masyarakat yang kompleks.
Public Relation meliputi aktivitas seperti hubungan media, marketing publicity dan internal komunikasi, dimana proses image building menjadi feature utama dari praktisi PR (public relations). Ini kegiatan nyatanya:
- Membuat release, photo, dokumentasi lainnya
- Membuat leaflet, booklet, baliho
- Mengadakan jumpa pers press tour
- Membuat pidato untuk atasan maupun diri sendiri
- Mengikuti rapat pimpinan
- Merencanakan dan melaksanakan penerimaantamu perusahaan (event organizer)
- Diskusi dengan karyawan, Olah raga dan rekreasi karyawan (dalam arti luas)
- Peresmian gedung atau pabrik baru, HUT perusahaan
- Lobby ke pemerintah dan atau membuat peraturan
- Pameran, sponsor, iklan layanan masyarakat
- Membuat kliping dan analisa
- Mewakili perusahaan
- Menyelenggarakan penyuluhan
- Mendampingi konsultan PR
- Periklanan (sebagian)

Bahan Bacaan :Effendy, Onong Uchjana. 1999. Hubungan Masyarakat. Suatu Study Komunikologis. Cetakan ke lima. Bandung :Remaja Rosdakarya.Kasali, Rhenald. 2005. Manajemen Public Relations. Jakarta: Grafiti

0 komentar: