PROSPEK KOMUNIKASI PEMBANGUNAN
Konsepsi dan penerapan komunikasi pembangunan seperti yang terlihat sekarang ini, memang belum dirasakan sebagai sesuatu yang sempurna. Karena itu, baik sebagai suatu konsepsi maupun dalam penerapannya, komunikasi pembangunan akan terus berkembang. Bagaimanapun juga perkembangan komunikasi pembangunan akan ditentukan oleh kecenderungan-kecenderungan yang terjadi dalam pembangunan yang berlaku di kalangan para perencana dan pelaksana pembangunan itu sendiri bersama para ilmuwan yang bergerak di bidang ini.
Setelah berkembang selama kurang lebih 30 tahun, komunikasi pembangunan menunjukkan suatu kecenderungan yang menggembirakan. Di antaranya adalah bahwa pada saat sekarang bidang ini telah lebih dikenal, bertambah diyakini hasil dan manfaatnya, dan diharapkan oleh lebih banyak pihak untuk penerapannya di lebih banyak lagi bidang kehidupan. Jika dulu bidang penerapan komunikasi pembangunan terbatas baru pada beberapa bidang saja, seperti pertanian, pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana, maka sekarang meluas ke hampir setiap bidang, seperti kehutanan, energy, lingkungan hidup, konsumen, sarana air minum, sanitasi dll.
Juga terlihat bahwa sebagai hasil dari kerja keras dan berbagai upaya penerapan komunikasi pembangunan selama ini, maka badan-badan pemberi dana program pembangunan yang berpengaruh seperti Bank Dunia, USAID, UNDP, UNICEF dan sebagainya kini semakin merasakan dan mengakui kemanfaatan komunikasi pembangunan. Kalau pada mulanya ketika aktifitas ini di perkenalkan ke tengah lingkungan pembangunan mendapat tanggapan yang bernada meragukan atau setidak-tidaknya meremehkan kegunaannya, maka setelah kurang lebih tiga dekade kahadirannya, kini eksistensi komunikasi pembangunan sudah cukup meyakinkan.
“New Hybrid” Strategi Komunikasi
Eksperimentasi yang berlangsung selama dua dekade telah memperkaya pengertian kita tentang bagaimana mengorganisir dan menggunakan komunikasi untuk menunjang pembangunan pada rangkaian latar dan kondisi yang luas. Banyak prinsip-prinsip komunikasi yang lama telah terbukti baik, sementara yang lain diperluas dan dibuat lebih efektif.
Puluhan proyek seperti Masagana 99 di Filipina, program Promosi Kedelai di Bolivia, program Media Massa dan Kesehatan di Gambia, dan Radio Mathematics di Nikaragua telah mendemonstrasikan bahwa ide-ide yang dipinjam dari lapangan seperti periklanan, pemasaran, ilmu-ilmu behavioral dan antropologi dapat dengan efektif dan bermanfaat disumbangkan ke program komunikasi pembangunan dalam skala yang luas. Perubahan yang penting adalah, meninggalkan perencanaan spesifik media ke suatu pendekatan sistem terhadap komunikasi yang menggunakan segala atau seluruh media sebagai bagian dari suatu jaringan yang saling berkaitan dari input yang di targetkan pada perubahan tertentu, dan responsif kepada khalayak yang spesifik.
Menurut AED (1985), sekarang ini sedang tumbuh suatu “bibit unggul” strategi komunikasi yang prinsip-prinsip organisasinya yang fundamental terdiri dari tiga unsure, yaitu:
Suatu orientasi kepada khalayak
Lapangan yang menjadi sasaran perubahan
Suatu jaringan media terpadu.

Berorientasi Khalayak
Perlengkapan untuk memahami perspektif khalayak sekarang sedang bertumbuh. Ketergantungan kepada riset survey formal dan informasi yang anekdotal selama ini membawa kita ke studi-studi yang lebih sempit dan berorientasi behavioral. Sekarang ini istilah-istilah baru telah memperkaya teknik riset pedesaan, seperti concept testing, focus group interview, behavioral trials, dan intercept interview. Studi-studi behavioral ini membantu mengidentifikasi kendala-kendala tersembunyi, yang dihadapi oleh individu ketika mencoba suatu inovasi, dan insentif yang kurang terlihat yang mungkin menghambat atau mendorong penerimaan inovasi.
Pengalaman mengajarkan bahwa ada lima alasan mendasar yang menyebabkan suatu ide baru mungkin tidak diterima, yaitu:
Individu yang bersangkutan mungkin tidak memiliki keterampilan atau pengetahuan untuk menggunakannya.
Individu yang bersangkutan mungkin tidak memiliki peralatan atau bahan untuk menerapkannya.
Individu yang bersangkutan mungkin tidak melihat manfaat yang segera dengan menggunakan ide baru tersebut.
Individu yang bersangkutan mungkin mendapat manfaat yang lebih besar dengan melakukan sesuatu dengan cara yang agak berbeda.
Individu yang bersangkutan mungkin mempersepsikan ide baru yang dimaksud bukan saja tidak bermanfaat, tapi juga sebenarnya suatu beban, karena lebih banyak kerja, lebih mahal, kurang status dan sebagainya.
Perbaikan penting lainnya adalah pengakuan bahwa para pengguna inovasi tidaklah sama. Siaran media massa sebelumnya, cenderung untuk mengelompokkan khalayak bersama-sama dengan lebih memfokuskan pada persamaan-persamaan daripada perbedaan-perbedaannya. Telah sering kita membiarkan pandangan bahwa media massa sebagai suatu media dengan khalayak yang besar, untuk mendiktekan apa yang kita bilang dan kepada siapa kita alamatkan pesan kita. Tapi sekarang kita dapat mensegmentasikan siaran secara lebih baik dan mengarahkannya pada kelompok-kelompok yang khusus. Kita dapat mengembangkan strategi-strategi pesan yang berbeda untuk kelompok khalayak yang berbeda, dan menggunakan teknik-teknik seperti nada pesan, karakterisasi, dan penjadwalan untuk menjangkau subkelompok-kelompok penting dengan informasi yang lebih relevan dan persuasif.
Lapangan Perubahan yang Ditargetkan
Prinsip dasar kedua yang mengubah pandangan kita mengenai komunikasi adalah suatu fokus kepada pemilihan dan pemberian prioritas bagi isi pesan-pesan pembangunan, menargetkan lapangan kesempatan ketimbang menggunakan pendekatan sekali tembak untuk difusi informasi.
Dalam kaitan ini, pesan-pesan media yang sederhana tentang perilaku yang direkomendasikan ini dapat menyebabkan pengguna yang skeptis atau ragu-ragu. Jadi, pesan yang disajikan harus dianalisa dari perspektif ini dan di desain secara hai-hati untuk menjamin bahwa hasil yang terlihat akan dipersepsi oleh khalayak sebagai sesuatu yang menguntungkan. Hal itu berarti bahwa suatu strategi komunikasi yang komprehensif harus membantu para pengguna untuk menghadapi masalah secara berurutan pada saat mereka menemuinya. Kita tak dapat mengajarkan segalanya sekaligus, sehingga kita harus cermat memutuskan apa yang diperlukan sekarang dan memusatkan perhatian pada pertimbangan tersebut sebagai sasaran yang utama.
Jaringan Media
Beberapa prinsip umum mengenai potensi media dewasa ini telah tumbuh, yakni:
- Media penyiaran lebih baik dalam menjangkau khalayak berjumlah besar, dalam waktu cepat dengan ide-ide yang agak sederhana.
- Media cetak paling baik dalam memberikan informasi peringatan yang tepat waktu yang tidak dapat diharapkan untuk diingat sendiri oleh khalayak.
- Komunikasi antarpribadi, termasuk penyuluhan, pertemuan kelompok, organisasi masyarakat, pertunjukkan , merupakan cara terbaik untuk mengajar, membina penerimaan khalayak dan menanamkan perubahan perilaku.
Yang lebih penting lagi adalah, bahwa ketiga hal diatas dibutuhkan untuk membuat suatu program menjadi efektif. Kita perlu menjangkau khalayak dengan cepat, dan mereka memerlukan sejumlah ingatan tentang apa yang telah diberitahukan, dan mereka perlu mempercayai kita agar dapat mengikuti petunjuk yang diberikan. Komunikasi yang efektif merupakan bangku berkaki tiga. Jika salah satu kakinya tiada, maka anda tidak punya banyak tempat untuk duduk.
Perhatian penting yang perlu diberikan adalah bahwa dibutuhkan suatu cara yang spesifik dan sistematik untuk menjamin bahwa pesan melalui berbagai media yang ditujukan kepada khalayak yang sudah dipilih adalah akan berinteraksi satu sama lain untuk mempromosikan perubahan.
Hasil Kerja Sama Antardisiplin
Perkembangan lain yang penting untuk dicatat dalam kaitan ini adalah, bahwa dengan berkembangnya disiplin komunikasi pembangunan berikut penerapannya di berbagai bidang kehidupan adalah, terjadi konvergensi atau akumulasi pengetahuan di bidang komunikasi, informasi dan motivasi pembangunan sebagai hasil dari kolaborasi yang konkrit dari berbagai disiplin dan bidang keahlian. Sangatlah menggembirakan untuk menyaksikan secara nyata, bahwa konsepsi dan penerapan komunikasi pembangunan hingga mencapai bentuknya yang sekarang hanya mungkin terwujud berkat sumbangan yang terlaksana diantara para teknolog perangkat keras, ahli media, kalangan pendidikan, para pelopor pendekatan system, manajemen, periklanan, pekerja seni dan kreatif baik dalam arti konsep maupun karya nyata.
Seluruh hal tersebut telah membentuk komunikasi pembangunan sebagai suatu lapangan aktifitas menjadi bertambah serius dan professional. Konsekuensi logis dari pertumbuhan seperti itu adalah, bahwa komunikasi pembangunan dewasa ini lebih dapat diandalkan ketimbang di awal pemunculannya dahulu.
Kecenderungan perkembangan komunikasi pembangunan ini ke masa yang akan datang sungguh membesarkan hati. Bersama-sama dengan gerak dinamika yang berlangsung di lingkungan disiplin lain, sebenarnya perkembangan tersebut secara tidak langsung mempromosikan pesan dan posisi ilmu-ilmu social dalam meningkatkan kehidupan social ekonomi masyarakat. Dari sudut lain, kecenderungan tersebut juga mendorong perhatian yang lebih besar kepada aspek-aspek nonmaterial atau nonkebendaan dalam konsep dan pelaksanaan pembangunan, yakni manusia itu sendiri.


Free Website Hosting

Free Website Hosting

0 komentar: