Komunikasi nonverbal terdiri atas semua unsur komunikasi, kecuali kata-kata, meliputi simbol, atau tanda-tanda visual (gesture atau gerakan, keragaan), features vocal (intonasi, volume serta tinggi rendahnya suara), serta faktor-faktor lingkungan (seperti penggunaan ruang/spatial dan posisi) yang mempengaruhi makna komunikasi. Seperti halnya bahasa, komunikasi nonverbal dipelajari melalui interaksi dengan yang lainnya, merefleksikan dan memperkuat pandangan-pandangan sosial tentang gender serta mendorong orang-orang untuk menyatakan mereka sendiri ke dalam gaya feminin dan maskulin. Gender dilembagakan melalui “penggayaan” tubuh (Judith Butler dalam Wood, 2001). Sebagaimana bahasa, komunikasi nonverbal berhubungan dengan gender dan budaya, karena komunikasi nonverbal mengekspresikan tentang makna-makna budaya gender mereka melalui pembedaan dalam komunikasi nonverbal mereka.

0 komentar: