ANALISIS ISI PEMBERITAAN PASANGAN CALON GUBERNUR-WAKIL GUBERNUR LAMPUNG PERIODE 2009-2014 PADA HALAMAN ’LAMPUNG MEMILIH GUBERNUR



abstraks:

Pemilihan gubernur merupakan sebuah peristiwa yang menarik perhatian semua orang dan menjadi sumber pemberitaan yang bernilai tinggi bagi setiap media massa. Dalam hal ini, media massa dituntut untuk bekerja secara profesional dengan tidak melakukan pemberitaan yang memihak atau menyudutkan salah satu pihak.Pada dasarnya, skripsi ini meneliti kecenderungan Lampung Post dalam memberitakan tiap-tiap pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Lampung periode 2009-2014 pada halaman Lampung Memilih Gubernur. Kecenderungan tersebut dapat dilihat dari seberapa banyak frekuensi atau jumlah kemunculan tiap pasangan calon dan juga bagaimana arah pemberitaan tiap pasangan calon selama bulan Juni 2008. Agar sampel yang diteliti dapat mewakili penelitian ini, peneliti menggunakan sampel total yaitu keseluruhan populasi dijadikan sampel dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi.Setelah diteliti, dapat disimpulkan bahwa frekuensi terbanyak yang muncul selama bulan Juni 2008 adalah pemberitaan pasangan Alzier-Bambang S dan Sofjan-Bambang W dengan 13 kali pemberitaan. Pasangan Andi-Suparjo, Sjachroedin-Joko, Zulkifli-Akhmadi, Muhajir-Andi, sama-sama 12 kali diberitakan. Sedangkan pasangan Oemarsono-Thomas hanya 9 kali diberitakan. Arah pemberitaan yang paling banyak muncul dalam pemberitaan ketujuh pasangan calon adalah arah pemberitaan yang netral.Dari frekuensi dan arah pemberitaan tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa Lampung Post merupakan media massa yang netral dan tidak memihak salah satu pasangan calon.
BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang MasalahPerkembangan media informasi di Indonesia dewasa ini memperlihatkan kemajuan yang cukup pesat. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya stasiun televisi, stasiun radio, serta majalah dan surat kabar baik yang cakupannya lokal ataupun nasional yang menyebar ke pelosok nusantara. Hal ini juga disebabkan kebutuhan masyarakat akan informasi yang terus mengalami peningkatan. Kebutuhan masyarakat inilah yang kemudian juga mendorong tiap-tiap institusi media untuk lebih profesional dan terampil dalam mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.Media cetak merupakan salah satu media penyampai informasi yang kini menyebar hampir di seluruh penjuru Indonesia bahkan dunia. Informasi yang terdapat dalam surat kabar juga sifatnya tetap dan dapat dibaca berulang-ulang. Hal ini tentu berbeda dengan informasi yang disajikan di media elektronik seperti Televisi dan radio yang terikat dengan waktu. Informasi tersebut nyatanya hanya dapat dinikmati beberapa saat dan tidak dapat diperoleh kembali dalam jangka waktu yang lama.Media cetak seperti majalah, tabloid, dan surat kabar terbentuk dari fakor verbal dan visual. Faktor verbal dalam surat kabar dimaksudkan sebagai kemampuan sebuah surat kabar dalam pemilihan serta penyusunan kata dan kalimat yang membentuk sebuah paragraf yang efektif. Sedangkan yang dimaksud faktor visual adalah penyusunan tata letak dan perwajahan surat kabar. Namun yang terpenting dari sebuah surat kabar adalah materi atau isi yaitu pemberitaan yang dimuat dalam sebuah surat kabar. Dalam perspektif jurnalistik, setiap informasi yang disajikan kepada khalayak harus mengandung unsur kebenaran dan sesuai dengan fakta yang ada (faktual), actual, jelas dan juga akurat.

selengkapnya klik di : http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/ilmu-komunikasi/analisis-isi-pemberitaan-pasangan-calon-gubernur-wakil-gubernur-lampun

0 komentar: