ANALISIS ISI IKLAN SARIAYU

by admin | 02.28 in |


abstraks:

Penelitian ini berjudul Analisis isi Iklan Sariayu (suatu riset Analisis Isi Kuantitatif berdasarkan Kode Etik Periklanan pada Tabloid Nova edisi Desember 2006- Mei 2007). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah iklan sariayu yang dimuat pada Tabloid Nova telah memenuhi kode etik periklanan yang dibuat oleh asosiasi pengiklan indonesia. Penelitian ini menggunakan metode content analisis (analisis isi). Tehnik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi dan perhitungan koefisien reliabilitas dengan menggunakan rumus R. Holsty dan rumus scott untuk menguji reliabilitas kategori. Secara umum, iklan sariayu yang dimuat di tabloid nova edisi Desember 2006 - Mei 2007 dengan total kategori berjumlah 40, kategori yang memenuhi kode etik periklanan sebanyak 29 dan 11 kategori tidak terpenuhi. Maka hasil yang diperoleh adalah iklan sariayu yang dimuat di Tabloid Nova edisi desember 2006 – Mei 2007 secara umum telah memenuhi kode etik periklanan.
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangIklan adalah segala bentuk pesan tentang suatu produk yang disampaikan lewat media, ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat (Kasali, 1995) Iklan bukanlah barang baru dalam sejarah perekonomian Indonesia. Namun iklan-iklan pada waktu itu memang belum banyak menggunakan gambar / ilustrasi. Tanda-tanda berkembangnya jasa periklanan di dalam negeri juga terlihat pada penggunaan tenaga kerja asing yang bekerja pada perusahaan jasa periklanan. Media yang muncul membawa perkembangan bagi dunia periklanan. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan iklan semakin menjamur antara lain seperti yang disajikan dalam Tabel 1 :Tabel 1. Klasifikasi Modernisasi MediaMedia Faktor Pengubah1. Surat Kabar Kemudahan izin, pendatang baru, tersedianya modal bank, profesionalismewartawan, cetak jarak jauh, telefoto, dan lain-lain
2. Televisi Kehadiran TV swasta, antena parabola dan lain-lain
3. Papan Reklame Teknologi konstruksi (dari konstruksi rangka kaki lidi sampai sistem tiangtunggal dan tiang berputar, papan reklame elektronik atau komputer)
4. Bioskop Teknologi Cineplex layar tiga dimensi
5. Radio Format station, saluran FMSumber : (Kasali, 1995)
Perusahaan-perusahaan di bidang media adalah mitra utama bagi biro iklan. Jenis media yang diproduksi biasanya dikelompokkan menjadi dua kelompok besar, yaitu media cetak dan elektronik. Sesuai dengan namanya, media cetak adalah kumpulan berbagai media informasi yang dibuat (diproduksi) dan disampaikan kepada khalayak sasaran (pembaca) melalui tulisan (cetakan) dan seringkali disertai gambar sehingga data dilihat dan dibaca. (Majadikara, 2004).Berbeda dengan informasi di media radio, informasi di media cetak bisa menampilkan gambar dan informasinya lebih rinci. Selain itu, informasi di media cetak lebih mudah disimpan atau didokumetasikan. Inilah salah satu kelebihan media cetak dilihat dari segi keefektifan komunikasi, khususnya komunikasi pemasaran atau periklanan. Oleh sebab itu, iklan cetak digemari pengiklan dan produsen. Tetapi, seiring dengan majunya teknologi media , peranan para ilmuwan telah banyak membuktikan bahwa konsumen dapat dibujuk untuk membeli sesuatu. Semuanya dilibatkan untuk mencari titik lemah konsumen.Keadaan yang tidak berimbang seperti ini mengakibatkan timbulnya kesadaran di kalangan konsumen bahwa mereka harus bersatu menentang tindakan semena-mena dari produsen dan pemasang iklan. Kebingungan akan informasi dalam iklan membuat pemerintah Indonesia menyusun kode etik periklanan yang melibatkan berbagai pihak. Kode etik ini merupakan tuntutan bagi terbinanya suatu dunia periklanan yang tertib, sehat, dan bertanggung jawab. Kode etik tersebut juga merupakan landasan untuk masyarakat dan berfungsi mengatur kehidupan periklanan yang dilaksanakan oleh masyarakat periklanan Indonesia. Namun, adanya kode etik periklanan ini belummenjamin sepenuhnya bahwa iklan akan semakin bertanggung jawab. Iklan sariayu, yang merupakan iklan media cetak ternyata belum sepenuhnya menjalankan kode etik tersebut. Ini dapat dilihat dari perbandingan visual dan teks yang tampak dengan point-point etika iklan yang telah ada.Iklan merupakan salah satu media bagi produsen untuk mengkomunikasikan produknya (barang atau jasa) kepada masyarakat konsumen. Hadirnya iklan sebagai bagian kehidupan kita tidak akan menjadi persoalan ketika iklan tersebut mampu memerankan peran esensial yang diembankannya serta tidak menimbulkan dampak negatif masyarakat, baik secara ekonomi, politik, sosial budaya dan keagamaan. Hal ini bukan tidak mungkin terjadi , karena iklan mempunyai kharisma tersendiri yang cukup mampu untuk memikat khayalan yang kemudian larut di dalam rub yang di set-up designernya.Memang media masih terlihat berpihak pada pengiklan. Banyak media yang menjalankan kehidupannya dari hasil penerimaan iklan. Suatu media cetak dengan oplah 40.000 eksemplar yang dijual 3.000 Rupiah per eksemplar hanya menerima 120.000.000 Rupiah dari sirkulasinya. Dan itu belum dipotong pajak (PPN) komisi agen atau penyalur (30 %), biaya cetak (60 %), serta sejumlah biaya lainnya. Sulit sekali menutup semua biaya tersebut hanya dari penerimaan sirkulasi. Dari iklanlah pihak media dapat menyambung hidupnya. Jika ada 30 iklan yang masuk pada setiap edisi dan masing-masing membayar 4.000.000, rupiah maka pihak media dapat mensubsidi pembacanya tanpa menaikkan harga jual (Kasali,1995).Gencarnya perusahaan pengiklan dalam menarik perhatian konsumen dapat dilihat dari banyaknya produsen kosmetik yang memuat iklan di media cetak seperti yang dimuat pada tabel di bawah ini :Tabel 2. Jenis Iklan yang dimuat di Tabloid Nova edisi Desember 2006-Mei 2007No Bulan Terbit Produsen Kosmetik Jenis produk1 Des 2006-Mei 2007 Sariayu Lipstik,Bedak TwoWay Cake SPF 15, Produk Putih Langsat,Lulur spa 2 in 1,Parijs van java
2 Des 2006-Mei 2007 Pixy Bedak Padat, Lipstik
4 Des 2006-Mei 2007 Revlon Mascara, Lipstik
5 Des 2006-Mei 2007 Viva Body Lotion, Lipstik, skin food
6 Des 2006-Mei 2007 Citra Lulur bengkoang, Body LotionSumber : Data Pra Penelitian 2006-2007
Dari data di atas dapat dilihat bahwa iklan Sariayu memiliki jenis produk yang lebih banyak dibandingkan dengan produk kosmetik lainnya. Iklan yang dipasang oleh produsen kosmetik Pixy hanya iklan bedak padat dan lipstik saja, sedangkan iklan dari produsen kosmetik citra terdiri dari lulur bengkoang dan Body lotion. Iklan yang dimuat di Tabloid Nova merupakan salah satu cara produsen kosmetik sariayu dalam menjangkau konsumen. Masing-masing iklan dibuat sedemikian rupa untuk menarik minat pembeli. Tinggal pada konsumen untuk memilih sesuai dengan kebutuhanmya. Tetapi konsumen perlu juga melihat kebenaran informasi produk, bukan hanya percaya pada iklan semata.Pada abad informasi ini, para jurnalis dan pemilik media kembali diuji oleh suatu pertanyaan, sampai seberapa jauh kepentingan bisnis mampu menutupi kepentingan masyarakat banyak? Apakah kepentingan hati nurani dapat dikubur begtiu saja oleh kepentingan bisnis semata? Mereka yang terjun dalam bisnis media massa dan yang telah membaca bagaimana menjual ruang dan waktunya, hendaknya dapat bertindak lebih bijaksana, lebih berhati-hati dan lebih mengutamakan perjuangan hati nurani : kejujuran, kebebasan dan kebenaran.

selengkapnya di :http://one.indoskripsi.com/judul-skripsi/ilmu-komunikasi/analisis-isi-iklan-sariayu

0 komentar: